Petunjuk Instalasi MCFA Semi Addressable

1. Instalasi INPUT
Apa saja yang termasuk INPUT = Detector, Manual Call Point, Flow Switch, Tamper Switch, Tombol General Alarm, Hydrant Monitoring, Genset Monitoring dan lain-lain.

Fungsi Monitoring bisa menggunakan Control Module yang sama. Bisa dilihat gambar dibawah ini :

2. Instalasi OUTPUT
Apa saja yang termasuk OUTPUT = Alarm Bell, Indikator Lamp, Integrasi Lift, Integrasi Sound system, Integrasi Pressurized Fan, Integrasi PUTR, Integrasi LVMDP, dan lain lain.

 3. Instalasi Data.
Yang dimaksud instalasi data adalah instalasi yang berfungsi untuk komunikasi antara MCFA dengan seluruh device (Control Module dan Base addressable). Disini wajib menggunakan tipe kabel TWISTED, misalnya AWG (belden).

4. Instalasi Power 24VDC
Bisa menggunakan kabel NYA 2×1.5mm atau dengan tipe lain. Tetap dengan ukuran 2×1.5mm. Fungsinya untuk memberikan power OUTPUT, jadi tanpa kabel power, control panel dapat membaca komunikasi.​ Yang membutuhkan instalasi power adalah control module.

5. Instalasi Jack Intercome (optional)
MCFA brand HOOSEKI memiliki fitur intercome, apabila difungsikan tinggal koneksi ke seluruh Jack Intercome yang terdapat pada Manual Call Point (HS-FP1). Pemasangannya hanya diparalel ke semua jack intercome tanpa melalui control module. Kabel yang digunakan ITC 2×0.75mm.

6. Koneksi Master Control Fire Alarm (MCFA)
Instalasi yang masuk ke Control Panel adalah data, power 24VDC, intercome, Power AC 220V. Apabila ada tambahan fitur general alarm, integrasi ke sound sistem, integrasi LVMDP, integrasi ke Hydrant, integrasi Genset, maka Control module bisa dipasang didalam MCFA. Semua integrasi bisa ditarik ke MCFA.

7. Koneksi ke Annunciator
Dalam 1 MCFA bisa dipasang annunciator sebanyak 14. Dengan sistem komunikasi RS485, harus looping apabila lebih dari 1 annunciator. Instalasi kabel dari MCFA ke Annunciator membutuhkan kabel twistead 2×1.5mm, kabel ITC 2×0.75mm dan kabel power AC 220V.

8. Setting addrees device.
Device (control module & base address) harus disetting alamatnya. Setiap device tidak boleh ada yang sama alamatnya. Menggunakan sistem bilangan binner. Pada dip switch terdapat 8 pin, apabila setting dip switch semua pada posisi ON berarti terbaca alamat 255. Untuk setting alamat harus dimulai dari no 1. Khusus control module 4IN4OUT (HS-ADD-I/O-4) menggunakan satu settingan, mewakili 4 alamat sekaligus. Jadi misal ada 3 Control Module 4IN4OUT disetting no 1, langsung terbaca alamat 1, 2, 3, 4. Module berikutnya di setting no 5. Begitu seterusnya. Berikut adalah setting Dip Switch dalam 1 Loop, untuk loop berikutnya dimulai lagi dari address 1.

Informasi lebih lanjut bisa buka link dibawah ini

× Chat